oleh

Bareskrim Mulai Memproses Laporan Penistaan Agama Yang Diduga Dilakukan Muhammad Kece

FONNA.ID, Jakarta – YouTuber Muhammad Kece dilaporkan masyarakat atas dugaan penghinaan agama Islam, laporan masyarakat terhadap Muhammad Kece ada 4 (empat) laporan ditempat berbeda, satu laporan di Bareskrim Mabes Polri dan 3 (tiga) lainnya di laporkan di jajaran kewilayahan. Keempat laporan tersebut dipusatkan di Bareskrim Mabes Polri.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menjelaskan seluruh laporan terhadap Muhammad Kece telah dikumpulkan di Bareskrim dan sedang dalam proses penyelidikan.

Sebelumnya, YouTuber Muhammad Kece viral di media sosial. Beberapa ucapannya kontroversial, hingga menimbulkan berbagai kecaman.

Laporan dugaan penistaan agama Islam yang dilaporkan oleh masyarakat terhadap Youtuber Muhammad Kece bermula dari video di channelnya di YouTube menyebut Muhammad bin Abdullah dikelilingi setan dan pendusta. Dia juga dinilai melontarkan pernyataan mengandung unsur penistaan agama.

Muhammad Kece dinilai telah menistakan agama Islam. Salah satu yang ia selewengkan adalah ucapan salam.

Adapun ucapan salam yang diselewengkan oleh Muhammad Kece adalah mengubah kata ‘Muhammad’ menjadi ‘Yesus’. Hal ini menimbulkan kegaduhan sampai membuat umat Muslim marah hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecamnya.

Assalamualaikum, warrahmatuyesus wabarakatu,” ucap Muhammad Kece di dalam video yang diunggahnya di channel YouTube.

Tak hanya dalam ucapan salam saja, Muhammad Kece juga mengubah beberapa kalimat dalam ajaran Islam yang menyebut nama nabi Muhammad SAW. Hal itu diucapkan Muhammad Kece layaknya seorang muslim sedang menyampaikan khutbah. Namun beberapa kalimatnya diselewengkan.

Alhamduyesus hirabbilalamin, segala puji dinaikan kehadiran Tuhan Yesus, bapak di surga yang layak dipuji dan disembah,” tutur Muhammad Kece sebelum memulai pidatonya.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ikut menanggapi pernyataan Muhammad Kece dalam video di channelnya di YouTube dan menilai apa yang disampaikan adalah penistaan agama, dan dapat mengganggu kerukunan antarumat beragama.

Red/Fransiscus

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed