oleh

Kadis Budparpora : Penetapan Desa Wisata Event Kemenpar

FONNA.ID, Nias Selatan – Penganugerahan Desa Hilisimaetano Kecamatan Maniamolo Kabupaten Nias Selatan (Nisel) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sebagai Desa Wisata merupakan eventnya Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia yang diluncurkan di gedung Sapta Pesona, tepat hari Jum’at, 30 April 2021 yang lalu dan yang menilai adalah Kemenpar.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas (Kadis) Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), Anggreani Dachi kepada awak Media saat disambangi diruang kerjanya, Jalan Arah Sorake Km. 7 Teluk Dalam, Senin (13/9/2021).

Lebih lanjut, Anggreani Dachi menyebutkan bahwa sebelumnya sesuai Surat Keputusan Bupati Nisel No. 4.16_105 Tahun 2021, Pemkab. Nisel telah menetapkan 15 Desa Wisata di Nisel, diantaranya : Desa Bawomataluo, Desa Orahili Fau, Desa Hilisimaetano, Desa Botohili Sorake, Desa Lagundri, Desa Lolomoyo, Desa Lahusa Idanotae, sebut Kadis.

Seterusnya, Desa Sifalago Gomo, Desa Sifaoroasi Gomo, Desa Hilisataro Raya, Desa Tetegewo, Desa Bintuang, Desa Baruyu Lasara, Desa Hayo, dan Desa Lahusa Fau, pungkas Dachi.

Penetapan Desa Wisata dan Penganugerahan Desa Wisata merupakan 2 hal yang berbeda, dimana penetapan penganugerahan Desa Wisata merupakan event yang dilakukan oleh Kemenpar RI dan yang menilai adalah Kemenpar, ucapnya.

Anggreani Dachi menyampaikan, hal itu admin Disbudparpora telah memosting dan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada Desa Wisata yang telah ditetapkan sesuai Surat Keputusan Bupati Nisel, bahkan Desa yang mempunyai lokasi wisata ikut diundang, pungkasnya.

Kadis menjelaskan, Desa Wisata ada 4 kategori, yaitu rintisan, berkembang sampai maju, dan ini kalau kita lihat Desa Wisata Hilisimaetano itu masih rintisan, pungkasnya.

“Karena ini program Kemenpar, maka bisa di akses melalui website oleh masing – masing Desa, karena yang paling penting disini adalah proaktif pengurus Desa Wisata itu sendiri dan sama sekali tidak ada yang mengintervensi, dan ini bisa ditanya kepada Desa yang ikut dalam program ini, seperti Desa Orahili Fau dan Sibaranun”, tukasnya.

Ia menegaskan bahwa yang mengapload ini semua adalah pengelolah Desa Wisata masing – masing Desa, tegasnya.

Ditempat terpisah, Kepala Desa Bawomataluo, Teruna Wau saat disambangi di Kantor Desa Bawomataluo Kecamatan Fanayama mengatakan, dianugerahinya Desa Hilisimaetano sebagai Desa Wisata Indonesia 2021 bukan menjadi topik pembahasan ketika pihaknya mengadakan musyawarah di desa.

“Mengenai diambilnya musyawarah di Desa Bawomataluo waktu itu bukan tentang pembahasan dianugerahinya Desa Hilisimaetano sebagai Desa Wisata Indonesia 2021 dan kaitannya dengan Disbudparpora. Tetapi musyawarah kami itu, terkait dengan pembahasan pembangunan desa, kemudian lanjutan tahapan penerimaan BLT serta penggunaan dana lain yang tidak dianggarkan di dana desa. Karena kita melihat masih ada dana desa, sehingga perlu di buat PAPBDes, jelasnya.

Terkait dianugerahinya Desa Hilisimaetano sebagai Desa Wisata 2021, dan ketika ada oknum-oknum tertentu yang merasa panik dan emosional, pihaknya menghimbau serta menyarankan untuk tidak terpancing akan hal-hal yang berbaur emosional karena akan merugikan dan memicu permasalahan-permasalahan baru.

“Kita himbau, mari kita berbenah diri karena rencana kita di bulan Desember ke depan, akan melakukan festival kebudayaan,” imbuhnya.

Red/Riswan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed