oleh

Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Tersangka Pembunuh Bocah SD Mengaku Menyesal

FONNA.ID, Kab. Nias – Pasca diamankan dan diintoregasi oleh Polisi, Tersangka (EH) yang membunuh bocah perempuan (Fitri Amanda Waruwu) yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) tersebut di Desa Sitolubanua, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Mengakui segala perbuatannya dan terancam hukuman lima belas tahun penjara.

Kepala Kepolisian Resort Nias (AKBP Wawan Iriawan) Melalui Konfrensi Pers yang terlaksana di Aula Mapolres Nias, Rabu (15/9/2021) Siang, Menuturkan kronologi kejadian yang mana disaat Tersangka (EH alias Ama Gisel) sedang pulang bekerja dan bertemu dengan korban didekat rumah tersangka.

Korban memaki dirinya dan orangtuanya. Tidak terima atas hinaan tersebut, Tersangka masuk kedalam rumahnya mengambil sebilah senjata tajam dan keluar lewat pintu belakang untuk mengejar korban sembari mengancamnya. Tersangka yang tersulut emosi, Langsung menikam korban dibagian lehernya sebanyak dua kali dan membanting korban ketanah.

Panik karena korban tewas, Tersangka membungkus mayat korban didalam karung goni untuk dibuang kedalam selokan parit perkebunan dan langsung menutupinya dengan daun pisang serta rerumputan. Setelah itu tersangka menyembunyikan senjata tajam di antara tanaman pisang yang agak jauh dari lokasi pembunuhan.

Setelah mendapat informasi dari masyarakat, Tersangka langsung diamankan petugas tanpa adanya perlawanan. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya baju korban dan sebilah pisau.

Kapolres Wawan Iriawan juga menambahkan bahwa pihaknya telah memeriksa empat orang saksi dan tengah menunggu hasil autopsi jenazah korban untuk mencari motif perbuatan lainnya yang telah dilakukan tersangka.

“Untuk sementara, Pelaku dijerat UU Perlindungan Anak dan Perempuan dengan ancaman 15 tahun penjara. Kita masih mengembangkan kasus ini”, Pungkasnya

Sedangkan tersangka (EH alias Ama Gisel) Ketika diwawancarai wartawan, Mengakui perbuatannya dan menyampaikan rasa penyesalan karena tersulut emosi.

“Saya menyesal dan merasa dihantui atas perbuatan saya ini”, Ucap tersangka dengan nada sedih.

Red/Yasiduhu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Eeh,wajar aja di maki klo si pelaku berbuat tidak baik kepada si korban.
    Pengakuan si pelaku itu hanya alasannya saja.
    Emang dia bejat,lagi gk waras.
    Emang si pelaku ini lagi bangkit penyakitnya, mangkanya setelah melihat anak gadis di jalan gk berpikir dua kali dia, langsung di lampiaskan penyakitnya itu sama si korban,dan mungkin saja si korban menolak makanya dia langsung membunuh.
    Kan emang kurang ajar si pelaku ini,belum di didik dia dari kecil sama orang tuany tu

News Feed