oleh

Dugaan Penyalahgunaan DD/ADD Oknum Kades Hilimaenamolo, Inspektorat Akan Turunkan Tim Investigasi

FONNA.ID, Nias Selatan – Beberapa warga Desa Hilimaenamolo Kecamatan Luahagundre Kabupaten Nias Selatan (Nisel) mendatangi kantor inspektorat Jalan Arah Sorake KM. 7 Kecamatan Fanayama untuk menanyakan laporan dugaan penyelewengan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (DD/ADD) yang telah dilaporkan pada Jum’at 22 Oktober lalu, Selasa (23/11/2021).

Beberapa warga Desa Hilimaenamolo yang mendatangi kantor inspektorat itu, yaitu mantan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Tahun 2020 dan Ketua BPD Desa Hilimaenamolo Kecamatan Luahagundre Maniamolo.

Kedatangan mereka tersebut menanyakan tindak lanjut laporannya dugaan penyelewengan atau penyalahgunaan ADD dan DD Tahun 2020 yang tidak transparan oleh oknum Kepala Desa (Kades) Hilimaenamolo Afentinus Dakhi, ucap mantan ketua BPD Hilimaenamolo, Ama Nilam Moho.

Nantan Ketua BPD Desa Hilimaenamolo Ama Nilam Moho menyampaikan bahwa kedatangan mereka disambut baik oleh pihak Inspektorat, tukasnya.

“Melalui Inspektur Pembantu I (Irban-I) mengatakan laporan kami telah dibahas dan dalam waktu yang dekat tim dari Inspektorat akan menurunkan tim investigasi ke lapangan,” kata Ama Nilam.

Lebih lanjut mantan Ketua BPD itu menjelaskan, melalui hasil telekomunikasi via seluler langsung antara Irban-I ke Plt. Irban-5 Atuloo Baene, bahwa dalam minggu ini dipastikan akan dibentuk tim investigasi dan dikeluarkannya Surat Tugas (ST) untuk mengaudit.

“Didepan kami tadi disela-sela pembicaraan, Pak Irban-I menghubungi Pak Irban-5 melalui telpon bahwa minggu ini akan segera dibuat surat tugas dan tim untuk turun ke lapangan,” ungkap Ama Nilam meyakinkan.

Sementara itu, Irban-5 Plt. Atuloo Baene, SH saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan pengaduan dari masyarakat Desa Hilimaenamolo terkait dugaan-dugaan penyelewengan yang telah dilakukan oleh oknum Kades Afentinus Dakhi.

“Terimakasih Pak, kebetulan hari ini saya gak ke Kantor,
terkait dengan tindak-lanjut Laporan Pengaduan Masyarakat Hilimaenamolo, dalam minggu ini kita kita akan bentuk Tim Audit dan kemungkinan mulai hari Senin tim kita sudah mulai kerja,” jawabnya melalu pesan WhatsApp.

Atuloo Baene menerangkan, seyogianya dalam Minggu ini pihaknya sudah menurunkan tim audit tapi karena personil auditor dalam penugasan lain maka nya agak terkendala, pungkasnya.

“Sebenarnya dalam minggu ini kita sudah turunkan Tim Audit, hanya saja Personil auditor kita sedang ada penugasan lain,” ujar Atuloo.

Ada pun laporan pengaduan masyarakat Desa Hilimaenamolo di Inspektorat yakni oknum Kepala Desa Afentinus Dakhi dalam mengangkat dan memberhentikan perangkat desanya dilakukan secara sewenang-wenang tanpa mempedomani aturan yang berlaku, tidak dibayarkannya gaji atau honor perangkat desa. Kemudian, di bidang penanggulangan bencana, darurat dan keadaan mendesak, diduga adanya kerugian negara sebesar Rp 62.064.500., dalam hal penanganan Covid-19 serta kegiatan lainnya juga diduga fiktif, pungkas mantan ketua BPD itu.

Red/Riswan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed