oleh

KOMUNITAS HIMPUNAN GRAB MEDAN (HGM) APRESIASI AKSI KOLABORASI 2020 YANG DILAKUKAN DI KANTOR GRAB MEDAN

-DAERAH-617 views

Fonna.id, Medan – Demonstrasi para pengemudi Grab berlangsung nyaris ricuh pada hari ini, Selasa (28/7). Saat massa berdatangan, kantor yang bergerak di bidang jasa transportasi tersebut tampak tertutup rapat. Terlihat massa membawa spanduk bertuliskan “Kembalikan insentif seperti dulu cuma itu satu-satunya yang kami harap”. Meski sempat dihadang petugas keamanan namun para massa tetap berhasil menyegel kantor tersebut. Dalam aksinya, mereka menuntut pengembalian insentif seperti dulu dan menyayangkan keputusan sepihak yang dilakukan pihak aplikator di masa pandemik ini.

Di lokasi yang berbeda Ketua Komunitas Himpunan Grab Medan (HGM) Klaudius Kurindo Waruwu, S.H. saat dikonfirmasi oleh awak media menyatakan bahwa sangat prihatin dengan kondisi sekarang ini khususnya melihat kondisi driver Grab di Kota Medan yang tidak mendapatkan pendapatan yang layak.

“Saya sangat prihatin pada kondisi sekarang ini, terlebih jika melihat teman-teman driver yang berjuang dari subuh sampai tengah malam demi mendapatkan penghasilan yang cukup dan pendapatan yang layak. Tetapi di saat pendemik covid 19 ini, pihak aplikator seakan-akan menggunakan momen tersebut untuk mencabut secara sepihak insentif yang seharusnya menjadi hak driver, sementara potongan 20 persen untuk aplikator pada setiap pendapatan mitra tidak di hapuskan. Ini sangat menyiksa,” ujar dia.

Klaudius Kurkindo Waruwu, S.H. melanjutkan bahwa sangat mengapresiasi aksi kolaborasi 2020 tersebut. “Saya sangat setuju dan mengapresiasi tuntutan pada aksi kolaborasi 2020 oleh rekan-rekan tersebut, apalagi sebelumnya saya dengar telah di undang pihak aplikator untuk membahas bersama terkait kebijakan ini, namun tidak dihadiri oleh perwakilan dari kantor. Hal ini juga pernah saya sampaikan kepada pihak aplikator untuk meninjau kembali kebijakan yang sangat merugikan driver ini namun mereka beralasan ini sudah yang terbaik untuk driver di masa pandemik ini, Kita berharap semoga kebijakan yang sangat merugikan ini bisa di hapuskan dan diberlakukan insentif seperti semula.” pungkasnya mengakhiri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed