oleh

PSI Kabupaten Tangerang : Pengangguran Bertambah, Pemda Harus bisa lebih kreatif dan adaptif

Fonna.id, Tangerang –  Angka pengangguran di Kabupaten Tangerang meningkat 31,728 orang (dikutip dari Harian Radar Banten, Jumat 15 Januari 2021, hal 6) akibat pandemi covid-19, angka tersebut tercatat oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) selama periode 2020 terhadap karyawan yang telah diberhentikan atau terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), menanggapi hal tersebut, Ketua PSI Kabupaten Tangerang mendorang Pemkab untuk lebih kreatif dan adaptif.

“Tentu kita tau situasi ekonomi pasti sedang lesu di masa pandemi Covid-19, ekspor tersendat, maupun impor bahan baku juga sedang sulit, tapi kita tidak bisa tinggal diam dan tidak berbuat apa-apa, justru kita harus bisa kreatif dan adaptif di masa seperti ini, kita tidak boleh kalah dengan situasi” ujar Adrianus Nugroho, Ketua DPD PSI Kabupaten Tangerang.


Menurut nya banyak langkah yang bisa di tempuh Pemkab untuk setidaknya mengurangi efek buruk dari Pandemi Covid-19 terhadap jumlah pengangguran di Kabupaten Tangerang, salah satunya adalah menggunakan teknologi yang bisa digunakan untuk membuat job fair virtual maupun pasar UMKM virtual.

“seperti yang kita lihat akhir-akhir ini, pandemi mendorong orang untuk bergerak secara lebih kreatif, terlebih dalam penggunaan teknologi, tentu Pemkab juga harus bisa menggali potensi ini dengan cara membuat Job Fair secara Virtual dengan bekerja sama dengan perusahaan yang masih survive di masa pandemi ini, juga memberdayakan UMKM dengan membuka marketplace online untuk memfasilitasi penjualan mereka secara online” ujar nya.


“masalah ini harus menjadi perhatian bersama, mengingat hal ini terkait dengan hajat hidup orang banyak, bayangkan sekitar 31 ribu orang terkena PHK yang berarti 31 ribu keluarga terdampak pemasukan nya, PSI Kabupaten Tangerang akan selalu mengawal isu ini”.

Menurut Kepala Divisi Kebijakan Publik PSI Kabupaten Tangerang, Gabriel Syama Riwu, Insentif juga merupakan hal yang penting diperhatikan, menurut nya pemerintah tidak bisa membiarkan status quo terjadi, dimana harus ada gebrakan-gebrakan dari segi pajak dan juga regulasi yang memberikan nafas bagi pelaku usaha di masa yang berat ini.

“Pemerintah daerah juga harus memberikan insentif terhadap dunia usaha, sebagai contoh mungkin dalam usaha Food and Beverages pajak nya dapat dikurangi hingga 5%, dan juga bantuan pinjaman dengan bunga ringan kepada UMKM maupun bantuan tunai” ujar Gabriel.

Ia juga menyoroti dari segi regulasi yang menurut nya perlu ada gebrakan yang memudahkan pelaku usaha mendapatkan izin usaha sehingga dapat menstimulasi pergerakan ekonomi dan investasi di daerah Kabupaten Tangerang.

“seringkali pelaku usaha juga mengeluhkan masalah perizinan yang berbelit, seharusnya di masa pandemi seperti ini Pemkab memberi perhatian lebih di sektor perizinan usaha agar Kabupaten Tangerang dapat menyerap potensi-potensi investasi yang dapat memberikan multiplier effect terhadap Kabupaten Tangerang” kata nya. (**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed