oleh

Usai Tinjau Jebolnya Tembok Pembatas di Perumahan PBI, Kadis PU & SDA Tangsel Sebut Rekomtek BSD Tol Belum Ada Persetujuan

Fonna.id, Tangerang Selatan – Saat hari libur Walikota Tangsel Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PU dan SDA) melakukan tinjauan ke kompleks Perumahan Puri Bintaro Indah (PBI) RW 022 Jalan Sumatera, Jombang, Cipurat, yang sehari sebelumnya diterjang banjir.

 

Dengan dibonceng kendaraan roda dua jenis matik helem.putih dan berpakaian warna kuning sebuah partai dilapisi jaket menyerupai jas warna coklat muda, Airin Rachmi Diany didampingi Aries Kurniawan memantau para pekerja yang melakukan perapihan sebuah turap sungai yang jebol di PBI, kebetulan letaknya berada di bagian depan perumahan, panjangnya sekira 20 meter.

Airin langsung ditemui Happy Bayu Amadhy Ketua Lingkungan, bersama tokoh lainnya untuk menyampaikan permasalahan sosial utama di Perumahan PBI yakni terkait kelanjutan Proses Serah Terima Fasos Fasum yang hingga belasan tahun diduga belum ada kepastian hasilnya.

Sayangnya pihak Kepala dinas terkait dalam hal ini, Perkimta, tak terlihat turut serta dalam kunjungan Airin kali ini, pada hari Minggu (21/2/2021) sekira pukul.15.00 Wib Pun sepertinya Airin terkesan enggan diwawancara.

Warga PBI pun juga curhat pada Airin, bahwa selain turap sungai yang jebol, tembok pembatas jalan tol yang dibangun di sisi belakang perumahan juga mengalami hal serupa.

“Kalau di belakang itu tembok pembatas tol yang juga jebol. Pemicunya karena volume air sudah tak terbendung akibat limpahan air dari pembuangan jalan tol,” terang Ketua RW, Happy Bayu Amadhy kepada Airin dan Aries.

Airin pun menuruti permintaan warga dan bergegas memerintahkan anak buahnya secara bersama-sama menuju tembok pembatas antara PBI dengan jalan tol yang jebol.

Di lokasi ini, lanjut Happy, kondisi saluran pembuangan air tol sudah sejak lama dipersoalkan warganya. Bahkan terakhir pihak tol menjanjikan akan membangun sodetan guna mengantisipasi luapan air
kali. Namun rencana itu tak kunjung terealisasikan.

“Tidak pernah ada penyelesaian tuntas dari pihak tol, sehingga kita yang jadi korbannya,” tegasnya diamini Sambodo Ketua RT 01 RW 022, sembari permasalahan ini sudah pernah disampaikan ke Kadis PU kala itu eranya dijabat Retno Prawati.

Mendengar hal ini, dalam pantauan diduga Airin langsung konfirmasi ke pihak tol dan langsung memotret beberapa gambar photo jebolnya tembok pembatas PBI dengan jalan tol sebagai bahan laporan.

Aries Kurniawan dalam penjelasannya kepada wartawan, mengatakan behwa berkaitan dengan tol, pihaknya mengaku sudah lama berkoordinasi.

“Memang mereka ada Rekom Teknis terkait masalah airnya, karena mereka akan membuat suatu tampungan di Kali Cibenda ini, lalu dibuangkan ke Kali Angke. Nah itu harus ada persetujuan dari yang terkait, tentang Rekomtek Amdal dan Rekomtek airnya,” terang Aries.

Pihak yang rencanamya akan membangun tampungan air ini disebut Aries adalah dari BSD Tol.

“Sambil berjalan proses perbaikan turap ini, kami minta BSD Tol untuk mengecek kembali sedimen Kali yang ada di Cibenda terkait dengan air tampungannya,” katanya, sembari beralasan bahwa walikota sudah melakukan dorongan agar pemecahan permasalahan banjir di PBI ini bisa cepat teratasi.

Ya karena ini kan kewenangan pusat, ada di Kementrian. Karena BSD Tol ini kan pihak swasta, ya mereka harus punya izin terkait dengan masalah SDA dan Jalan-Jalan Tolnya, jadi disitu ada dua kementrian, baik dari jalan maupun dari sungai, imbuhnya.

fonna.id 2021

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed